Berita Porprov Sumbar: Wagub Sebut Porprov Harus Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju PON

Penulis:
Rabu , 05:30 WIB
Berita Porprov Sumbar: Wagub Sebut Porprov Harus Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju PON

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di penutupan Porprov Sumbar XIV/2016

Ligaolahraga - Berita Porprov Sumbar: Porprov merupakan kegiatan yang menjadi ajang seleksi bagi putra-putri terbaik Sumbar untuk bisa mengharumkan nama Tuah Sakato ke tingkat lebih tinggi, seperti PON. Apalagi, PON 2020 akan dilaksanakan di Papua, sehingga atlet yang dibawa haruslah atlet-atlet yang berpeluang meraih medali.

Karena itu, atlet-atlet terbaik dari setiap cabang di ajang Porprov Sumbar XIV/2016 harus tetap dibina untuk pesiapan PON 2020 di Papua.

“Semoga apa yang telah dicapai pada Porprov ini dapat ditingkatkan lagi untuk pencapaian yang akan datang yakni PON 2020 di Papua, karena tidak mungkin seluruh atlet yang berjumlah 500 orang ini akan dibawa ke Papua. Harus ada efesiensi dalam hal ini,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit pada saat penutupan Porprov Sumbar XIV/2016 di Stadion H Agus Salim, Padang, Selasa (29/11).

Selanjutnya di Porprov berikutnya di Kabupaten Padang Pariaman, juga dilakukan hal yang sama dengan evaluasi terhadap atlet-atlet peraih medali emas.

Selain proses seleksi atlet, yang juga menjadi perhatian Nasrul Abit pada Porprov kali ini adalah dominannya Kota Padang, Kota Bukittinggi, dan beberapa daerah lain dalam hal raihan medali emas. Menurutnya t, dari raihan medali terbanyak bisa dilihat, bahwa daerah-daerah yang memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang lebih lengkap terbukti lebih mampu menciptakan atlet untuk bersaing dalam perebutan medali.

“Dengan resminya ditutup Porprov ini maka selanjutnya kami harapkan kepada Kabupaten/Kota untuk dapat menyiapkan laporan sarana dan prasarana olahraga untuk Porprov dua tahun kedepan,” kata Nasrul Abit saat penutupan.

Tidak lupa juga, Nasrul Abit mengucapkan selamat kepada Kab Limapuluh Kota yang sukses merebut medali emas di cabor sepakbola yang disebutnya sebagai medai termahal di Porprov.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan menjalankan iven ini bukanlah hal yang mudah bagi pihaknya, banyak kendala dari yang teknis hingga non teknis telah pihaknya lalui bersama-sama demi kelancaran ieven ini.

“Apapun yang menjadi kekurangan yang terjadi dalam penyelenggaran iven ini kamu uncapakan maap, dan kekurangan tersebut akan menjadi catatan khusus bagi kami untuk proses iven ini pada kabupaten/Kota berikutnya," ujarnya.

Ia menambahkan namun dipastikan semangat sportivitas olahraga akan masih tertanam di hati masyarakat pada umumnya, dan pihaknya sangat apresiasi atas prestasi yang diraih selama berjalannya iven ini.

“Bagi yang atlet yang kurang beruntung jangan patah semngat karena tidak ada prestasi tanpa usaha dan kerja keras,” ujarnya.

Padang Kembali Juara Umum Tanpa Emas Sepak Bola

Keberhasilan Kota Padang merebut juara Porprov Sumbar XIV/2016 di rumah sendiri terasa sedikit kurang lengkap dengan lepasnya medali emas cabang olahraga sepakbola, yang dianggap sebagai cabor paling bergengsi.

Hal itu juga diakui Ketua KONI Padang, Agus Suardi yang menyebut, emas cabor sepakbola adalah medali paling mahal. Untuk itu, pada pelaksanaan Porprov selanjutnya Kota Padang akan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk cabor sepakbola.

“Sepakbola, itu adalah medali paling mahal, mudah-mudahan di Porprov berikutnya akan kami persiapkan lebih awal untuk bisa menuntaskan dahaga emas di cabor sepakbola,” jelas pria yang akrab disapa Abien itu singkat.

Untuk sepakbola sendiri, medali emas direbut Limapuluh Kota setelah menaklukkan Pasaman Barat di partai final. Sementara Kota Padang harus puas hanya dengan perunggu, setelah menaklukkan Kota Pariaman pada perebutan peringkat tiga, kemarin, di Stadion H Agus Salim, Padang.

Artikel Tag: porprov xiv, sumbar, padang, limapuluh kota, medali emas, pasaman barat, wakil gubernur, wagub, nasrul abit, pon