Berita TSC 2016: Kubu Barito Akui Kekalahannya Karena Para Pemain Semen Padang Cerdik

Penulis:
Rabu , 17:48 WIB
Berita TSC 2016: Kubu Barito Akui Kekalahannya Karena Para Pemain Semen Padang Cerdik

Caretaker Barito Putera, Yunan Helmi (tengah)

Ligaolahraga - Ditekuk tuan rumah Semen Padang 2-0, Caretaker Barito Putera, Yunan Helmi menjelaskan, dua gol yang bersarang ke gawang timnya tidak lepas dari kejelian pemain tuan rumah memanfaatkan kelengahan lini belakang timnya.

Dengan misi menjadi tim kedua yang akan membawa pulang poin dari markas Semen Padang, Risky Pora, dkk sebenarnya mampu memulai pertandingan dengan cukup baik. Strategi menumpuk cukup banyak pemain di lini tengah yang diterapkan Yunan Helmi berjalan cukup baik di awal-awal pertandingan. Tapi dua kali kelengahan lini belakang harus dibayar mahal Barito Putera dengan bobolnya gawang Andhytia Harlan.

Dari dua gol Semen Padang yang diciptakan Marcel Silva Sacramento memang terlihat ada kelengahan lini belakang di situ. Gol pertama tercipta berawal dari pergerakan Irsyad Maulana yang dengan cukup mudah melewati tiga pemain belakang Barito sebelum akhirnya melepaskan umpan ke arah Marcel yang berdiri bebas dalam kotak penalti tanpa penjagaan sama sekali.

Tak jauh berbeda dengan proses terciptanya gol pertama, gol kedua juga diawali akselerasi di sisi sayap ketika pertandingan babak kedua baru berlangsung beberapa detik, lini pertahanan Barito Putera seperti kaget dengan pergerakan M Nur Iskandar yang tiba-tiba sudah berada dalam kotak penalti, sehingga kehilangan fokus dan lagi-lagi membiarkan penyerang haus gol, Marcel berdiri tanpa penjagaan untuk mencetak gol ke-16 nya di TSC A 2016.

“Lini belakang kami lengah dan di situ terlihat kepintaran anak-anak Semen Padang memanfaatkan kesalahan yang kami lakukan,” sebut Yunan beberapa saat setelah pertandingan.

Dia menjelaskan, gol pertama yang bersarang ke gawang Anhitya Harlan cukup berpengaruh terhadap mental permainan tim, sehingga bermain seperti kehilangan fokus.

“Sebelum gol pertama tercipta anak-anak bermain enjoy, tapi setelah gol kami seperti kehilangan irama permainan, sehingga tidak memainkan sepak bola sederhana,” jelasnya.

Selain gol pertama, gol kedua yang tercipta di menit pertama babak kedua semakin mempersulit langkah timnya untuk bisa bangkit. “Kami lebih menguasai pertandingan di babak kedua, tapi para pemain kami seperti kurang percaya diri untuk masuk ke kotak 16 Semen Padang,” ungkapnya.

Artikel Tag: tsc a 2016, semen padang, barito putera, nilmaizar, yunan helmi